Dr. Andi Achdian, sejarawan UI yang juga adalah seorang penulis, mengatakan bahwa Surabaya adalah kota industri dan perdagangan terbesar di Hindia Belanda, bahkan lebih besar dari Batavia.
Kemajuan ekonominya menjadi sangat penting. Kosmopolitannya sudah berkembang sebagai kehidupan masyarakat Hindia Belanda saat itu. Tidak seperti di Batavia di mana sebagai pusat pemerintahan yang banyak aturan, kalau Surabaya adalah wilayah bisnis dan industri yang agak berjarak dari kekuasaan, lebih terbuka, tidak kelihatan sopan santun seperti di wilayah-wilayah lain seperti Yogyakarta atau Surakarta yang ada kerajaan.
"Kalau di Surabaya kan tidak ada, sejak awal memang strukturnya sudah bebas. Kalau bisa digarisbawahi, tidak adanya satu struktur kekuasaan yang besar seperti kerajaan membuat masyarakat Surabaya secara sosial ekonomi lebih berkembang," ujar Andi.
"Mereka memang selalu menempatkan diri sebagai suatu wilayah yang merdeka dari kekuasaan pusat. Surabaya bahkan disebut sebagai kota paling Eropa di Hindia Belanda."
Kembalinya Persebaya Surabaya ke pelukan PSSI bukanlah jalan yang mudah. Bertahun-tahun, klub yang terus didukung para suporter setianya, Bonek terus berjuang untuk bisa berkompetisi.
Berikut jalan panjang Persebaya Surabaya untuk kembali ke kompetisi:
|
2009
|
Persebaya Surabaya mengikuti
Indonesia Super League (ISL).
|
|
2010
|
- Persebaya dinyatakan kalah WO karena tidak hadir pada laga melawan
Persik Kediri di Palembang. Degradasi ke Divisi Utama.
|
|
2011
|
- Persebaya menggunakan nama Persebaya 1927 untuk tampil di IPL.
- PSSI terbelah. Lahir Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia
(KPSI).
|
|
2012
|
- Persebaya 1927 menjadi runner-up IPL.
- Persebaya tandingan berkiprah di Divisi Utama dalam pengelolaan PT
Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).
|
|
2013
|
- IPL terhenti di paro kompetisi.
- Kongres PSSI pada 17 Maret tidak mengakui Persebaya 1927. Unifikasi
liga yang digagas PSSI juga tidak mengikutsertakan Persebaya 1927.
|
|
2014
|
PSSI menggelar kongres tahunan di Surabaya. Tidak ada pembahasan soal
Persebaya 1927.
|
|
2015
|
- PT Persebaya Indonesia (PI) menggugat PT MMIB di Pengadilan Negeri
(PN) Surabaya.
- La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum PSSI dalam kongres
luar biasa (KLB) di Surabaya pada 18 April.
- Kalah di pengadilan, PT MMIB mengubah nama tim menjadi Persebaya
United.
- Kemenkum HAM memberikan hak logo dan nama Persebaya kepada PT PI
pada 22 September.
|
|
2016
|
- Kongres PSSI pada 3 Agustus di Jakarta mengagendakan pembahasan
status Persebaya pada kongres 17 Oktober.
- Kongres batal digelar pada 17 Oktober. Dijadwalkan pada 10
November.
- Kongres pada 10 November batal membahas status Persebaya. Edy
Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum.
|
|
2017
|
- Kongres PSSI di Bandung menerima kembali Persebaya sebagai anggota.
Persebaya menjadi kontestan Divisi Utama.
|
Membicarakan Persebaya, juga berarti tentang masyarakat Surabaya yang tegas dalam bersikap dan tidak ragu melawan kesewenang-wenangan. Sikap itulah yang ditunjukan oleh Bonek dalam beberapa waktu terakhir ini selama melakukan aksi 'Bela Persebaya' akibat pembekuan dari PSSI sejak 2013.
Pembekuan itu dianggap kesewenang-wenangan yang dilakukan PSSI. Pasalanya PSSI yang lebih mengakui status Persebaya ciptaan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) daripada PT Persebaya Indonesia (PI). Padahal, Bonek menganggap Persebaya yang asli adalah kesebelasan yang digawangi PT PI dan kini diakuisisi PT Jawa Pos Sportaiment.
Namun, Persebaya yang asli bagi Bonek itu akhirnya dipulihkan kembali statusnya pada Kongres PSSI 8 Januari lalu. Perjuangan Bonek sekitar empat tahun lebih itu pun disambut bahagia dan "Persebaya yang asli" bagi mereka sudah bisa berkompetisi resmi lagi pada tahun ini. Alhasil, Bonek pun menjadi pahlawan sepakbola di masyarakat Surabaya. Padahal, sekitar 1990-an sampai awal 2000-an, Bonek dianggap sebagai ancaman sekaligus bahan lawakan di mata masyarakat dan kelompok suporter sepakbola lain di Indonesia.
Semua stigma itu berawal dari istilah tret tet tet yang menjadi demam di sepakbola Surabaya pada akhir 1980-an. Istilah tret tet tet lahir ketika Persebaya melaju ke babak enam besar kompetisi Perserikatan 1986/1987, mengambil dari suara terompet yang berbunyi 'tet, tet, tet!' Bunyi itu dijadikan seruan di halaman depan pojok kiri bawa yang menghabiskan dua kolom koran Jawa Pos edisi 4 Maret 1987 itu. Kemudian "tret tet tet" yang diciptakan Dahlan Iskan yang menjabat Pimpinan Redaksi Jawa Pos pada waktu itu pun menjadi istilah laga tandang tersendiri bagi pendukung Persebaya. Mungkin zaman sekarang "tret tet tet" bagi suporter sepakbola pada umumnya lebih dikenal dengan istilah laga tandang, bertandang atau away days. Tapi bagi kalangan pendukung Persebaya, istilah ikonik melancong ke kandang lawan adalah tret tet tet. Bahkan sampai sekarang pun beberapa kelompok pendukung Persebaya atau media-media Surabaya masih memakai istilah tret tet tet ketika kesebelasannya bertandang ke kandang lawan. Dukungan semakin deras ketika Persebaya bangkit pada kompetisi Perserikatan 1986/1987 hingga menjadi juara kedua. Pada laga puncak itulah nama tret tet tet semakin sah menjadi ikon dari pendukung Persebaya yang menyaksikan pertandingan di luar Surabaya. Apalagi saat partai puncak melawan PSIS Semarang, tentu saja banyak pendukung Persebaya yang ingin menjadi saksi sejarah secara langsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Saat itulah Jawa Pos membuka pendaftaran bertema tret tet tet yang menjadi fenomena di kalangan pendukung Persebaya.
Asal Muasal Istilah bonek
Istilah Bonek muncul di antara bibir ke bibir pada kompetisi perserikatan musim berikutnya. Lagi-lagi istilah dari Persebaya itu muncul karena cerita-cerita laga tandang atau Tret tet tet. Istilah Bonek muncul dari mulut ke mulut karena para pendukung Persebaya dari masyarakat bawah sering nekat melakukan tret tet tet dengan dana yang sangat minim bahkan untuk membeli tiket transportasi umum pun tidak mampu. Akan tetapi, kondisi itu tidak dipedulikan masyarakat kalangan bawah yang berpartisipasi dalam Tret tet tet Persebaya. Toh masih ada berbagai macam truk atau mobil bak terbuka yang bisa ditumpangi, bahkan menjadi penumpang gelap di gerbong dapur, gudang, atap kereta pun sanggup dilakoni mereka. Di sisi lain, tidak semua Bonek tidak memiliki uang untuk membayar alat transportasi. Terkadang mereka ingin merasakan sensasi bagaimana tret tet tet dengan risiko tinggi seperti itu. "Dulu itu belum ada istilah Bonek, istilah Bonek itu baru muncul pada 1988/1989. Istilah ini pun sebenarnya istilah masyarakat, bukan istilah yang ditelurkan oleh Jawa Pos," jelas Slamet Oerip Prihadi, mantan jurnalis dan redaktur Jawa Pos 1980-an. "Ini istilah umum, suporter Persebaya kan banyak yang berasal dari kalangan bawah, mereka itu sering nekat, naik truk dengan uang seadanya berangkat ke Senayan, berangkat ke kota lain, itulah awal munculnya istilah Bondho Nekat (modal nekat)."
Kemudian istilah Bondho Nekat yang disingkat Bonek itu terus bermunculan di koran-koran Jawa Pos ketika merepresentasikan suporter Persebaya di dalam berita-berita yang dipublikasikan.
"Bondho Nekat itu awalnya dari `Bondho` (modal), `Nekat` itu nekat. Jadi sing penting kita bermodal nekat, sudah cukup. Kalau mau dukung tim kesayangan apapun dilakukan, entah itu sampai naik truk, uangnya gak ada. Dulu kan suporter Persebaya ada yang carter pesawat, pakai mobil pribadi, tapi ada juga dari kalangan bawah, itu yang benar-benar nekat," sambung Slamet.
Selanjutnya, Bonek terus berkembang dan bukan rahasia lagi bahwa mereka menjadi salah satu elemen penting bagi Persebaya sampai saat ini. Sekarang mental-mental pemain Persebaya akan diuji kembali oleh Bonek seiring kembalinya berkompetisi resmi di Indonesia. Toh Bonek jugalah yang berperan penting atas kembalinya Persebaya ke kompetisi sepakbola nasional.
Sumber :
- https://sport.detik.com/aboutthegame//pandit/d-3516039/sejarah-persebaya-dan-bonek-yang-terukir-di-kota-surabaya
- https://www.jawapos.com/sepak-bola/sepak-bola-dunia/09/01/2017/jalan-panjang-perjuangan-persebaya-surabaya-dan-bonek-untuk-kembali-ke-kompetisi

mantull
BalasHapus👏
BalasHapusThanks Infonyaaa!
Hapusiyaa:v
HapusBagoss
BalasHapusWani!!😆
BalasHapusSippp👏
BalasHapus🐊🐊🐊
BalasHapusSip kakak👌😁
BalasHapusiyaa adek wkwkwk
HapusNice
BalasHapusAnda sungguh luar biasa wkwkw
BalasHapussalam satu nyali! wani!
BalasHapusWani!
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBermanfaat bagi pembaca
BalasHapusdanke:)
Hapuswkwkwk bonek mania
BalasHapus